by

Kuna Indian memberikan Informasi Menarik tentang Manfaat Flavanol Cokelat

FHI NEST news Norman Hollenberg dalam artikelnya di US Cardiology Review dengan judul “Cocoa Flavonols and Cradiovascular Risk” menjelaskan bagaimana ketertarikan dirinya pada kesehatan suku Kuna di Panama.

Hollenberg yang adalah Profesor Kedokteran dan bekerja di Peter Bent Brigham Hospital di Boston, oleh National Institutes of Health (NIH) kemudian didanai untuk mempelajari genetika hipertensi.

Dia melakukan penelitian sebagai kelanjutan dari laporan yang telah berusia 50 tahun tentang tekanan darah di Kuna daratan yang memiliki perbedaan dengan Kuna di habitat aslinya (kepulauan) yang memiliki tekanan darah 110/70 mmHg.

Proses pengolahan Cokelat (Kakao) untuk konsumsi rutin suku Kuna, Panama.

Penduduk suku Kuna yang masih tinggal di kepulauan tetap dalam kondisi pembuluh darah yang sehat, sementara yang telah beremigrasi ke daratan seiring waktu mengalami kenaikan tingkat tekanan darah yang sama seperti penduduk umum di daratan.

Ternyata mereka yang tinggal di kepulauan memiliki riwayat nutrisi terperinci yaitu meminum kakao (cokelat). Kakao sebagia besar ditanam di rumah, dirawat dengan baik sehingga memiliki kandungan yang kaya dengan flavonol atau flavanol.

Dalam penelitian in vitro, flavonoid menyebabkan aktivasi nitrik oksida sintetase (NOS) dalam vaskular (pembuluh darah) sehingga menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) yang mencolok yang dalam jangka panjang mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi).

Dari penelitian Hollenberg bersama ahli epidemiologi di Panama, mereka menemukan fakta menarik bahwa kematian akibat penyakit jantung iskemik, stroke, diabetes dan kankter di Pulau Kuna kurang dari 10% dibandingkan yang tinggal atau bermigrasi ke daratan apalagi dibandingkan yang bukan suku Kuna.

Hollenberg menganjurkan agar penelitian ini kemudian bisa dilanjutkan dala fase uji klinis terkontrol selanjutnya.

Sumber :